Lompat ke isi utama

Berita

Kerawanan Pemilihan Serentak Tahun 2024 Kabupaten Asahan “RAWAN SEDANG”

Indeks Kerawanan Pilkada Asahan

Bawaslu Asahan ungkap Kerawanan Pemilihan Serentak Tahun 2024 Kabupaten Asahan, dengan kategori “Rawan Sedang” di Kisaran, Senin (30/9/2024).

Kisaran –  Kerawanan pemilihan mencakup segala hal yang berpotensi mengganggu atau menghambat jalannya pemilihan yang demokratis. Pemetaan kerawanan pemilihan serentak tahun 2024 di Kabupaten Asahan dilakukan oleh Bawaslu Asahan dengan metodologi pemetaan melalui pengumpulan data dari berbagai indikator kerawanan, diantaranya: pelanggaran kode etik, intimidasi, konflik, dan serta netralitas aparatur pemerintah. Setiap indikator diberi bobot dan skor berdasarkan kejadian di daerah terkait.

Yang menjadi sumber data Bawaslu Asahan yaitu Data Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024 dijadikan bahan awal untuk melakukan penyusunan kerawanan pemilihan; Hasil pengawasan pemilu 2024 juga menjadi data dukung untuk penyusunan kerawanan; dan Informasi pengawas di 25 (dua puluh lima) Kecamatan dan kondisi politik di masing-masing wilayah.

Dari pemetaan kerawanan Pemilihan Serentak Tahun 2024 di Kabupaten Asahan dalam kategori “Rawan Sedang”. Hal ini diungkap Bawaslu Asahan saat Sosialisasi Pengawasan Pemilihan Dan Peluncuran Pemetaan Kerawanan Pemilihan Serentak Tahun 2024 Kabupaten Asahan bersama sejumlah tokoh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Asahan, KPU Asahan, Mahasiswa, Pelajar dan Insan Pers, serta jajaran Bawaslu Asahan di Kisaran, Senin (30/9/2024). 

Dikesempatan itu, Ketua Bawaslu Kab. Asahan Paringgonan Siregar, sebut 4 tahapan yang menjadi indeks kerawanan pemilihan. “betul ada 4 tahapan yang menjadi kerawanan dalam pemilihan, yang pertama indeks kerawanan pada saat penyusunan daftar pemilih ini sudah diselesaikan” 

“kemudian indeks kerawanan pada saat pendaftaran pasangan calon sampai dengan penetapan pasangan calon, alhamdulillah kita di Asahan lancar dan aman-aman saja” 

“kemudian indeks kerawanan pada tahapan pelaksanaan kampanye, kita sudah surati paslon melalui tim penghubung untuk mematuhi rambu-rambu/larangan sebagai bentuk pencegahan” 

“kemudian yang terakhir indeks kerawanan tahapan pemungutan dan penghitungan surat suara, kami pastikan nanti azas luber jurdil akan berjalan dengan lancar” sebut Paringgonan Siregar dengan tegas.    

 

2

 

Ditempat yang sama, Anggota Bawaslu Asahan Kordiv. Pencegahan, Pengawasan, Humas dan Parmas Arif Hidayat paparkan indeks kerawanan pemilihan tahun 2024 menerangkan bahwa Kabupaten Asahan menduduki Kategori Sedang.

Kategori Sedang ini, sebut Arif Hidayat, berdasarkan kerawanan pertahapan dan deminsi, yaitu Sosilai Politik dengan kerawanan politik uang, Intimidasi fisik terhadap penyelenggara, konflik antar peserta atau pendukung. Selanjutnya pada Pencalonan, yaitu netralitas Aparatur Pemerintah, ancaman fisik terhadap penyelenggara, konflik antar peserta atau pendukung, penggunaan Medsos untuk penyebaran hoaks dan fitnah. Serta di bagian Kampanye, dengan melakukan, kampanye di luar jadwal, Netralitas ASN, Kampanye di tempat yang dilarang, serta politik uang.

“Kemudian pada Pungut Hitungan (Penghitungan Suara), seperti pemungutan suara ulang, pemungutan suara lanjutan, penghitungan suara ulang, perbedaan data rekap hasil, dan netralitas penyelenggara Pemilu,” jelas Arif Hidayat.

Untuk mengantisipasi tingkat kerawanan itu, kata Arif Hidayat, Bawaslu melakukan langkah antisipasi dengan membangun kerjasama dengan stakehoders kepemiluan terutama Pemerintah Daerah dan TNI, Polri dalam pemetaan wilayah dalam pendistribusian Logistik Pilkada ke lokasi TPS. Mendorong peserta pemilihan dan calon serta saksi partai untuk memahami regulasi (Peraturan KPU, Peraturan Bawaslu) melalui sosialisasi peraturan yang berlaku.

“Selanjutnya sosialisasi dan pendidikan pemilu kepada masyarakat, lembaga maupun organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan. Penguatan desain peningkatan kapasitas atau orientasi tugas bagi PPK, PPS dan KPPS serta Pengawas dan jajarannya, terutama bagi yang baru bertugas,” jelas Arif Hidayat mengakhiri paparannya.

Penulis dan Foto: Rahmad Pasaribu dan D14Nfl

Editor : Rahmad Pasaribu